Gender itu…

Perbincangan masalah gender, seringkali menimbulkan suasana “yang kurang nyaman” bahkan konfrontatif, baik dalan forum perempuan saja maupun forum yang melibatkan laki-laki dan perempuan. Kesalahpahaman atau kekurangatahuan masyarakat terhadap kedua istilah (yakni gender dan sex) yang secara konseptual ataupun implikasinya sangat berbeda ini, bisa disebabkan oleh beberapa hal:

Pertama, istilah gender tergolong bahasa asing. Kedua, fenomena dan problem gender dianggap sebagai suatu problem yang tidak dekat dengan kita, padahal fenomena gender terdapat di sekitar kita. Ketiga, kondisi di atas mengakibatkan tidak adanya sensitivitas pada laki-laki maupun perempuan sendiri terhadap fenomena yang terjadi. Keempat, rendahnya asertifilitas terhadap persoalan gender, mengakibatkan kaum perempuan (terutama) merasa kurang mampu menyuarakan problemnya, baik kepada sesama perempuan maupun kepada laki-laki. Gender sebagai fenomena sosial budaya diartikan sebagai dampak sosial yang muncul dalam suatu masyarakat karena adanya pembedaan atas dasar jenis kelamin.

Pendidikan yang responsif gender merupakan isu hangat yang ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan selama satu darsawarsa terakhir ini. Terlebih lagi di Indonesia yang memberikan 30% bagi perempuan untuk berpartisipasi sebagai anggota legislatif dalam dunia perpolitikan di negeri ini.


Dalam masyarakat, gender secara umum sering diidentikan dengan jenis kelamin (sex), sehingga Seksologi asal Selandia Baru, John Money, mencetuskan perbedaan penggunaan istilah jenis kelamin biologis dan gender sebagai peran pada tahun 1955. Echlos dan Shadly (1983) menyebutkan bahwa gender berarti jenis kelamin. Gender adalah perbedaaan tampak pada laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Dalam bukunya, Sex and Gender: an Introduction, Halary M. Lips menyebutkan gender sebagai harapan-harapan budaya pada laki-laki dan perempuan dan mengenai ini, salah satu teori feminis mengangkat konsep perbedaan antara jenis kelamin biologis dan gender sebagai konstruksi sosial.

Penulis:

Blog tanpa tema, tulisan seadanya, semoga ada manfaatnya! hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s