Pentingnya Waktu bagi Ibnu Aqil

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah video youtube dari channel Jeda Nulis milik Habib Husein Ja’far Al Haddar. Video itu merespon tentang cuitan seorang anak muda yang mengatakan kurang lebih seperti ini, “Bukannya malas sholat, hanya saja terkadang bosan.” maka dalan video tersebut, beliau memberikan wejangan-wejangan untuk anak muda tersebut dan penonton yang lain. Jujur, aku suka dengan video-videonya karena bagiku pembahasannya cukup ringan, asyik dan kemungkinan akan sulit bila mencarinya dalam masjid atau tablig akbar. Terlebih lagi, pernyataan-pernyataan nyeleneh dari anak muda yang menjadi penontonnya kebanyakan mewakili pertanyaanku juga.

Kembali ke video tersebut, setelah menguraikan responnya selama hampir 8 menit aku tertarik dengan salah satu pernyataan Habib Ja’far tentang Ibn Aqil yang menulis kitab al-Furun sekitar 800 jilid. Seusai menonton video tersebut, aku bergegas untuk berselancar di google.ku mencoba mencari tahu siapa Abu’l Wafa’ Ali bin Aqil bin Muhammad bin Aqil atau yang dikenal Ibn Aqil adalah seorang pemuda, ulama dan cendikiawan berasal dari Baghdad yang lahir tahun 431 H dan wafat tahun 513 H. Beliau dibesarkan dalam keluarga yang mencintai ilmu sehingga menjadikan beliau sebagai pecinta ilmu, tepatnya berbagai ilmu akan beliau pelajari sehingga beliau adalah seseorang yang sangat menghargai, memperhatikan dan memanfaatkan seluruh waktunya dengan baik. Beliau memanfaatkan tenaganya dengan optimal untuk menemui guru-gurunya serta mempelajari ilmu-ilmunya, seperti ilmu hadits, ilmu sastra, ilmu hukum, ilmu teologi dan lainnya. Beliau tidak melalui waktunya dengan sia-sia, bahkan pada saat beliau menunggu lembeknya roti yang direndam air, beliau memanfaatkan waktu tsb untuk muraja’ah (mengulang pelajaran). Beliau meyakini bahwa semakin luas ilmu yang dimiliki akan mengantarkan diri agar lebih bijak dalam bersikap. Hal itu dapat dilihat dari tuduhan orang yang bertubi-tubi namun beliau merespon dengan tenang serta tetap menulis dan berpikir. Berkat pemanfaatan waktu yang baik serta kegigihan beliau kemudian lahirlah sebuah kitab monumentalnya bernama “al-Funun” yang memuat berbagai macam cabang ilmu. Perihal jilidnya ada banyak riwayat dan pendapat, namun lebih dari 200 jilid.

Itu saja sedikit ulasan mengenai Ibn Aqil, kita bisa mengambil pelajaran bahwa pemanfaatan waktu yang tepat akan membentuk kepribadian yang lebih baik.

Penulis:

Blog tanpa tema, tulisan seadanya, semoga ada manfaatnya! hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s