Aliran dan Sejarah Teologi Islam

Teologi memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut.

1) teologi sebagai Ushuluddin dimana teologi akan memberikan keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat sehingga tidak mudah terombang ambing oleh zaman.

2) teologi disebut juga ilm al-tauhid.

3) teologi sebagai ilmu kalam. Bisa kalam Tuhan maupun kalam manusia. Perihal kalam Tuhan, otomatis kita membicarakan Al-Quran (Kalamullah) yang pernah diperdebatkan pada abad 9 dan 10 M. Jikalau kalam manusia maka para mutakallim menggunakan kata-kata mereka guna mempertahankan pendapat-pendapatnya.

Sejarah Timbulnya Persoalan-Persoalan Teologi dlm Islam

Persoalan teologi Islam justru bermula dari masalah politik, bukan masalah teologi itu sendiri.

Jadi, awalnya Rasul berada di Mekkah guna menyiarkan Islam, namun beliau senantiasa mendapatkan tekanan hingga beliau dan pengikutnya pindah ke Yastrib (Madinah) tahun 622 M. Di Yastrib ada 2 bangsa yakni Arab & Yahudi, sedang bangsa Arab terdiri atas 2 suku yakni al-Khazraj dan al-‘Aus yg keduanya saling bersaing untuk menjadi pemimpin masyarakat Madinah. Hingga ketika mereka menunaikan haji di Mekkah, mereka mendengar bagaimana kedudukan Rasul sehingga mereka memilih Rasul agar menjadi kepala agama dan kepala pemerintahan.

Ketika Rasul wafat tahun 632 M, masyarakat utamanya kaum muslimin sangat kebingungan untuk mencari khalifah/pengganti Rasul sebagai kepala pemerintahan yang menguasai hampirp seluruh Semenanjung Arab. Dalam catatan sejarah Islam, Abu Bakr lah yang dipilih, kemudian digantikan Umar bin Khattab lalu digantikan oleh Usman bin Affan, menurutku boleh jadi pada masa kekhilafan Usman inilah bibit persoalan teologi mulai tumbuh karena dalam catatan sejarah, Usman adalah khalifah yang kurang kuat dan kurang tegas untuk mengalahkan ambisi keluarga-keluarganya. Keluarga-keluarganya diangkat menjadi pemimpin di beberapa wilayah, seperti ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Abi Sarh menjadi Gubernur Mesir. Hal ini menimbulkan banyak pihak yang tidak suka hingga 500 orang berkumpul kemudian bergerak ke Madinah lalu terjadilah peristiwa mencekam itu hingga terbunuhnya Usman. Salah seorang pemuka pemberontak-pemberontak Mesir yang datang ke Madinah dan membunuh Usman adalah Muhammad Ibn Abi Bakr, anak angkatnya Ali.

Setelah wafatnya Usman, maka calon terkuat pengganti Usman adalah Ali bin Abi Thalib. Namun, ini mendapat tentangan keras dari Muawiyyah, sebagai Gubernur Damaskus dan termasuk keluarga Usman. Ia tidak mengakui Ali sebagai khalifah dan ia menuntut agar pembunuh Usman dihukum bahkan ia menuduh Ali juga ikut membunuh Usman.

Terjadilah (peristiwa tahkim) pertempuran di Siffin, tentara Ali mendesak tentara Muawiyah tetapi ‘Amr Ibn al-‘As (tangan kanan Muawiyah) meminta agar keduanya berdamai. Kemudian Abu Musa (tangan kanan Ali) dan ‘Amr bermufakat untuk menjatuhkan Ali dan Muawiyah. Abu Musa terlebih dahulu mengumumkan pada khalayak ramai putusan menjatuhkan Ali dan Muawiyah, kemudian disusul oleh ‘Amr yang menyatakan akan mendukung penurunan Ali dan menolak menurunkan Muawiyah. Padahal Ali adalah khalifah yang resmi setelah Muawiyah.

Keputusan Ali untuk mengadakan perdamaian itu tidak disukai oleh sebagian dari tentaranya karena mereka meyakini bahwa putusan hanya datang dari Allah dan kembali pada hukum-hukum dalam Al-Quran. La hukma illa lillah (tidak ada hukum selain dari hukum Allah) atau la hakama illa Allah (tidak ada pengantar selain daripada Allah). Mereka memandang Ali telah berbuat salah dan memutuskan untuk keluar dari barisan pengikutnya, dlm sejarah Islam dikenal sebagai al-Khawarij. Oleh karena itu mereka melawan Ali sehingga Ali memiliki 2 musuh, yaitu pihak Muawiyah dan al-Khawarij. Tetapi Ali msmutuskan untuk melawan al-Khawarij karena mereka selalu menyerang Ali. Hingga Ali wafat dan diakui sebagai khalifah umat Islam tahun 661 M, namun permasalahan inilah yang menjadi timbulnya persoalan teologi tentang siapakah yang kafir? Siapa pula yang masih Islam?

Al-Khawarij memandang bahwa Ali, Muawiyah, Amr, Abu Musa dan yang menerima arbitrase itu adalah kafir dan telah keluar dari Islam yaitu murtad/apostate sehingga mereka harus dibunuh, karena Al-Quran menyatakan: QS. Al-Maidah 44. Khawarij terbagi menjadi beberapa sekte sehingga konsep kafir pun mengalami perubahan, yang dipandang kafir bukan hanya tidak memutuskan hukum dengan Al-Quran, tetapi orang yang berbuat dosa besar, yairu murtakib al-ka’bair atau capital sinner.

Persoalan ini menimbulkan 3 aliran teologi dalam Islam, yakni;

1) khawarij, bahwa semua orang berdosa besar adalah kafir (murtad) sehingga wajib dibunuh.

2) Murzi’ah, bahwa orang berdosa besar tetap mukmin dan bukan kafir. Perihal dosanya, terserah Allah mengampunkannya atau tidak.

3) Mu’tazilah, bahwa orang berdosa besar bukanlah kafir maupun mukmin. Namun, diantara keduanya (almanzilah bain al-manzilitain).

Kemudian, muncul pula 2 aliran dalam teologi Islam, yakni:

1) Qadariah, bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan berbuat (free will dan free act).

2) Jabariah, bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat, namun manusia pertindak dengan paksaan Tuhan. Paham ini disebut predestination/fatalisme.

Kemudian, aliran Mu’tazilah cukup mendapat banyak perlawanan. Perlawanan ini kemudian mengambil bentuk aliran teologi tradisional yang disusun oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari (935 M), yang dulunya juga seorang Mu’tazilah. Disamping itu ada pula al-Maturidiah yang disusun oleh Abu Mansur Muhammad al-Maturidi (w. 944 M) yang tidak setradisional Asy’ariah tak seliberal Mu’tazilah. Kemudian keduanya eksis hingga sekarang dan dikenal sebagai ahl Sunnah wal Jamaah. Maturidiah banyak dianut oleh Mazhab Hanafi sedangkan Asy’ariah banyak dipakai oleh umat Islam yang sunni.

Sumber

Penulis:

Blog tanpa tema, tulisan seadanya, semoga ada manfaatnya! hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s